Kesehatan Ibu

Mengapa Bidan/Dokter Menyuruh Bunda Mencatat HPHT?

Admin PrenaTalks9 September 20265 menit baca
Mengapa Bidan/Dokter Menyuruh Bunda Mencatat HPHT?

“Bu, masih ingat kapan hari pertama haid terakhir?”

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana. Bahkan, tidak sedikit Bunda yang bertanya-tanya, “Kenapa sih tanggal haid saja sampai ditanyakan?”

Ternyata, jawabannya cukup penting.

HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir merupakan salah satu informasi dasar yang sering ditanyakan oleh bidan dan dokter ketika Bunda memeriksakan kehamilan. Tanggal ini dapat membantu tenaga kesehatan memperkirakan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL).

Kementerian Kesehatan RI juga mencantumkan HPHT sebagai salah satu data penting dalam pencatatan pelayanan antenatal. Bahkan, dalam sistem SATUSEHAT, tanggal HPHT digunakan sebagai tanggal awal episode kehamilan apabila tersedia.

Jadi, ketika bidan atau dokter bertanya tentang HPHT, bukan sekadar ingin tahu kapan terakhir Bunda menstruasi. Ada alasan medis di balik pertanyaan tersebut.

🌸 Apa Itu HPHT?

HPHT adalah singkatan dari Hari Pertama Haid Terakhir.

Yang dimaksud bukan hari terakhir Bunda mengalami menstruasi, melainkan hari pertama darah menstruasi keluar pada siklus terakhir sebelum hamil.

Misalnya:

Bunda mulai menstruasi pada 5 Januari dan menstruasi berlangsung sampai 10 Januari.

Maka HPHT-nya adalah:

5 Januari.

Tanggal inilah yang kemudian dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk memperkirakan usia kehamilan.

🗓️ 1. HPHT Membantu Menentukan Usia Kehamilan

Salah satu alasan utama bidan atau dokter menanyakan HPHT adalah untuk mengetahui berapa usia kehamilan Bunda.

Secara umum, usia kehamilan dihitung dari hari pertama HPHT, bukan dari hari terjadinya pembuahan. Dalam perhitungan obstetri, kehamilan rata-rata berlangsung sekitar 40 minggu atau 280 hari dari hari pertama haid terakhir.

Menariknya, pada dua minggu pertama dari perhitungan tersebut, sebenarnya pembuahan biasanya belum terjadi.

Inilah sebabnya kadang Bunda merasa:

“Kok usia kehamilan saya sudah 4 minggu, padahal baru beberapa minggu lalu berhubungan?”

Tidak perlu bingung. Perhitungan usia kehamilan memang secara medis menggunakan titik awal HPHT.

🎯 2. HPHT Membantu Memperkirakan HPL

Selain usia kehamilan, HPHT juga dapat membantu memperkirakan Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Secara sederhana, perkiraan persalinan dihitung sekitar 280 hari atau 40 minggu sejak hari pertama HPHT.

Contohnya:

HPHT: 1 Januari

Maka perkiraan persalinan berada sekitar:

8 Oktober.

Namun, Bunda perlu ingat:

HPL bukan berarti “tanggal pasti bayi lahir”.

HPL merupakan perkiraan, bukan janji bahwa persalinan pasti terjadi tepat pada tanggal tersebut.

ACOG menjelaskan bahwa hanya sekitar 1 dari 20 perempuan yang melahirkan tepat pada tanggal perkiraan persalinannya.

Jadi kalau HPL Bunda tanggal 10 Oktober tetapi bayi lahir beberapa hari sebelum atau sesudahnya, hal tersebut tidak otomatis berarti ada masalah.

🔎 3. HPHT Membantu Tenaga Kesehatan Memantau Perkembangan Kehamilan

Mengetahui usia kehamilan penting karena pemeriksaan dan pemantauan kehamilan dilakukan berdasarkan usia kehamilan.

Misalnya, beberapa pemeriksaan memiliki waktu yang dianjurkan pada trimester tertentu. WHO merekomendasikan pemeriksaan antenatal sebagai bagian penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin, termasuk penilaian usia kehamilan dan perkembangan kehamilan.

Dengan mengetahui perkiraan usia kehamilan, tenaga kesehatan dapat lebih mudah menilai apakah perkembangan kehamilan sesuai dengan tahap yang seharusnya.

Sederhananya:

HPHT → perkiraan usia kehamilan → pemantauan perkembangan ibu & janin.

🩺 4. HPHT Membantu Menentukan Waktu Pemeriksaan yang Tepat

Kehamilan bukan hanya tentang menunggu sampai bayi lahir.

Ada berbagai pemeriksaan yang dilakukan sepanjang kehamilan. Waktu pemeriksaan tersebut berkaitan dengan usia kehamilan.

Contohnya, WHO merekomendasikan pemeriksaan USG untuk membantu memperkirakan usia kehamilan, terutama pada awal kehamilan.

Karena itu, mengetahui HPHT dapat menjadi titik awal bagi tenaga kesehatan untuk menentukan posisi kehamilan Bunda dalam timeline tersebut.

👶 5. HPHT Juga Membantu Menilai Apakah Usia Kehamilan Sesuai dengan Hasil Pemeriksaan

Bayangkan Bunda mengatakan:

“Menurut HPHT saya, usia kehamilan sekitar 10 minggu.”

Kemudian dokter melakukan pemeriksaan atau USG.

Hasil pemeriksaan tersebut dapat dibandingkan dengan perkiraan usia kehamilan berdasarkan HPHT.

Jika terdapat perbedaan, dokter dapat mempertimbangkan faktor lain untuk menentukan perkiraan usia kehamilan dan HPL yang paling sesuai.

ACOG menjelaskan bahwa bila HPHT tidak diketahui atau terdapat ketidaksesuaian dengan pemeriksaan USG, terutama pada pemeriksaan awal kehamilan, USG dapat digunakan untuk membantu menentukan usia kehamilan dan tanggal perkiraan persalinan.

Jadi, HPHT penting, tetapi bukan satu-satunya cara untuk menentukan usia kehamilan.

🤔 Bagaimana Kalau Bunda Lupa HPHT?

Nah, ini juga sering terjadi.

Tidak semua perempuan mengingat tanggal menstruasinya dengan tepat. Apalagi jika siklus menstruasi tidak teratur atau Bunda memang tidak terbiasa mencatat kalender menstruasi.

Jangan panik.

Jika HPHT tidak diketahui secara pasti, sampaikan saja kepada bidan atau dokter bahwa Bunda tidak yakin dengan tanggalnya.

Tenaga kesehatan dapat menggunakan informasi lain dan, bila diperlukan, pemeriksaan USG untuk membantu memperkirakan usia kehamilan. ACOG menempatkan HPHT dan pemeriksaan USG sebagai bagian dari pertimbangan dalam menentukan perkiraan tanggal persalinan terbaik.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa USG trimester pertama dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan.

📱 Mulai Sekarang, Yuk Catat Tanggal Haid!

Bunda tidak perlu menggunakan cara yang rumit.

Bisa menggunakan:

  • kalender di rumah,

  • kalender di HP,

  • aplikasi pencatat menstruasi,

  • atau catatan sederhana di buku.

Yang paling penting adalah mencatat tanggal hari pertama menstruasi.

Contohnya:

5 Januari → hari pertama menstruasi

Catat tanggal tersebut.

Ketika suatu hari Bunda mendapatkan hasil tes kehamilan positif dan pergi ke bidan atau dokter, informasi sederhana ini bisa sangat membantu.

💡 Tips Sederhana untuk Bunda

Mulai sekarang, biasakan mencatat tiga hal:

1. Tanggal hari pertama menstruasi
Ini yang paling penting untuk mengetahui HPHT.

2. Berapa lama menstruasi berlangsung
Misalnya 5 atau 6 hari.

3. Panjang siklus menstruasi
Catat jarak dari hari pertama menstruasi ke hari pertama menstruasi berikutnya.

Kebiasaan sederhana ini dapat membuat Bunda lebih mengenal pola menstruasi sendiri.

Dan ketika suatu saat dokter atau bidan bertanya:

“HPHT-nya kapan, Bu?”

Bunda tidak perlu lagi menjawab:

“Aduh, lupa…” 😄

Tinggal buka kalender.

❤️ Jadi, Mengapa HPHT Penting?

Sekarang Bunda sudah tahu bahwa pertanyaan:

“Kapan HPHT-nya, Bu?”

bukan sekadar pertanyaan rutin.

HPHT dapat membantu tenaga kesehatan untuk:

✅ memperkirakan usia kehamilan
✅ memperkirakan HPL
✅ menentukan timeline pemeriksaan kehamilan
✅ membantu memantau perkembangan kehamilan
✅ membandingkan perkiraan usia kehamilan dengan hasil pemeriksaan, termasuk USG

Namun, HPHT tetap merupakan perkiraan awal. Jika tanggal HPHT tidak jelas atau hasilnya tidak sesuai dengan pemeriksaan, dokter atau bidan dapat menggunakan pemeriksaan lain untuk menentukan usia kehamilan yang paling sesuai.

Jadi, mulai sekarang…

Jangan anggap kalender menstruasi sebagai catatan biasa.

Bisa jadi, satu tanggal yang Bunda catat hari ini akan menjadi informasi penting ketika Bunda menjalani perjalanan kehamilan nanti. 🌷

Dan saat Bunda sudah mendapatkan hasil tes kehamilan positif, jangan lupa lanjutkan dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin bersama tenaga kesehatan. WHO menempatkan pelayanan antenatal sebagai bagian penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.

Sumber rujukan

1. Kementerian Kesehatan RI – Layanan Ibu Hamil 2, Kementerian Kesehatan RI – SATUSEHAT: Antenatal Care (ANC) 3. Kementerian Kesehatan RI – Petunjuk Teknis Perhitungan Usia Kehamilan 4. ACOG – Methods for Estimating the Due Date 5. ACOG – How Your Fetus Grows During Pregnancy6. WHO – Recommendations on Antenatal Care

Ditinjau terakhir: 9 September 2026

Bagikan ke WhatsApp